Penjualan Rumah Seret Kuartal IV-2010

Beberapa pengamat properti memperkirakan penjualan rumah selama akhir kuartal IV-2010 bakal seret. Sebab, menurut Dwi Novita, Research and Analysist Manager Coldwell Banker Indonesia, masyarakat memilih membelanjakan uangnya untuk persiapan Natal dan liburan panjang akhir tahun.

Walaupun begitu, Dwi yakin, penurunan permintaan residensial selama kuartal IV-2010 ini tidak akan drastis. Soalnya, penjualan selama Oktober dan November 2010 masih naik 10 persen ketimbang penjualan rata-rata pada bulan sebelumnya. Penyebab kenaikan tersebut, menurut Dwi, adalah suku bunga bank yang masih rendah.

Namun, menurut Ketua Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso, turunnya permintaan hunian bukan hanya terjadi di kuartal IV ini, tetapi juga pada kuartal III lalu, dan ini merupakan siklus tahunan.

Kuartal III-2010, penjualan tersendat karena ada hari besar dan tahun ajaran pendidikan baru. Kuartal IV tersandung liburan akhir tahun.

— Setyo Maharso

“Kuartal III-2010, penjualan tersendat karena ada hari besar dan tahun ajaran pendidikan baru. Kuartal IV tersandung liburan akhir tahun,” katanya, Kamis (25/11/2010). Siklus tersebut terutama terjadi di segmen menengah. Sementara penjualan di segmen atas masih stabil. Namun, Setyo enggan membeberkan berapa persen penurunan tersebut.

Toh, banyak pengembang terus memacu pembangunan residensial baru menjelang akhir tahun ini. Soalnya, menurut Dwi, mereka ingin memanfaatkan momen rendahnya suku bunga saat ini.

Ambil contoh PT Metropolitan Land (Metland) yang baru saja meluncurkan kluster Teresta di kawasan Metland Menteng, Jakarta Timur. Di atas lahan 7,5 hektar (ha), Metland mendirkan 300 rumah minimalis dengan luas bangunan 60 meter persegi-120 meter persegi seharga Rp 500 juta-Rp 800 juta per unit. “Kami terus membangun karena tak mau kehilangan pasar,” kata Nanda Widya, Presiden Direktur Metland.

PT Relife Realty Indonesia (RRI) juga baru saja meluncurkan 240 unit perumahan menengah, Greenland Forest Park Residence, di Sawangan, Depok. Harganya  Rp 170 juta-Rp 400 jutaan per unit. “Penjualan kuartal III dan IV mungkin seret. Tetapi, awal tahun akan baik kembali,” kata Renold Darmasyah, Dirut PT Realify.

[Sumber:http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/11/26/14485269/Penjualan.Rumah.Seret.Kuartal.IV-2010-3]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya 🙂

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: