Pasar Properti Jakarta Akan Tumbuh Stabil Tahun 2011

Bank Indonesia menaikkan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,5 persen dari prediksi awal sebesar 6 persen bersamaan dengan terus menguatnya daya beli konsumen.

Bank Indonesia memperkirakan bahwa pada tahun 2011 ekonomi akan terus bertumbuh mengikuti tren pertumbuhan yang membaik di kuartal tiga sebesar 5,8 persen dan perkiraan kuartal empat 2010 sebesar 6,1 persen,” kata Dharmesti Sindhunata, Associate Director – Marketing and Communications and WorkPlace Resources, Cushman & Wakefield Indonesia dalam siaran persnya, Rabu (22/12/10).Penguatan nilai Rupiah sebesar 14,6 persen juga terjadi pada tahun 2010 seiring dengan banyaknya dana asing yang memanfaatkan penguatan ekonomi Indonesia. Tingkat inflasi 2011 diperkirakan akan mencapai 4-6 persen, sama dengan yang dicapai pada tahun 2010 Bunga SBI 1-bulan diperkirakan akan tetap stabil pada level 6,5 persen pada paruh tahun kedua 2010 sementara kredit investasi memperlihatkan sedikit penurunan dari 13,5 persen pada akhir 2009 ke level 13,4 persen pada akhir 2010.

Pada pasar kondominium yang cukup kompetitif saat ini, komitmen pengembang untuk menyelesaikan proyeknya secara tepat waktu dengan kualitas proyek yang sudah dijanjikan, akan menjadi sangat penting, bagi suksesnya kinerja penjualan. Dengan menurunnya suku bunga kredit kepemilikan apartemen, keinginan dari pembeli diharapkan akan terus tumbuh dpada tahun 2011.

Proyek-proyek kondominium yang menawarkan konsep unik, fasilitas yang lengkat dan berada dilokasi yang strategis diperkirakan akan dapat menawarkan harga yang lebih tinggi.Permintaan membaik akan tetapi masih sangat kompetitif.

Menjelang akhir tahun 2010, permintaan pasar apartemen sewa meningkat, yang diharapkan dapat berlanjut pada peningkatan transaksi sewa dan tingkat hunian di awal tahun 2011. Tingkat hunian fisik unit-unit kondominium sewa yang telah selesai dibangun pada tahun 2010 juga diperkirakan akan meningkat pada paruh kedua tahun 2011.

Umumnya dibutuhkan waktu minimal 6 bulan untuk proses serah terima, fit-out dan pemasaran unit untuk disewakan. Penyewa-penyewa lokal diperkirakan mendorong peningkatan permintaan, terutama untuk kondominium sewa yang terletak berdekatan dengan tempat kerja atau kampus.

Tahun 2010 menyerap permintaan atas tanah industri yang terbesar dalam 5 tahun terakhir dan juga tercatat penambahan pasokan lebih dari 700 ha, yang berasal dari kawasan industri eksisting di Bekasi dan Karawang. Daerah-daerah ini merupakan masih kawasan industri yang paling diminati oleh pelaku industri

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2010 tidak ada sektor industri tertentu yang mendominasi permintaan pasar, namun terdapat beberapa sektor industri yang cukup aktif seperti industri otomotif and baja.

Didukung situasi politik yang cukup stabil dan kondisi perekonomian yang positif, di tahun 2010 beberapa pelaku industri asing, terutama dari Jepang, kembali aktif di pasar. Pelaku industri asing ini diperkirakan akan menjadi sumber permintaan utama dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

Peningkatan permintaan dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong kenaikan harga tanah sekitar 10 persen (rupiah) dan 15 persen (dolar AS) menjadi sekitar Rp700.000 atau $80 per meter persegi.

Disebabkan ketidaksiapan pasokan baru untuk segera dibangun dan keterbatasan pasokan dengan kualitas baik, harga tanah diperkirakan terus membaik pada tahun 2011. Walaupun pasar diperkirakan akan tetap menguat tahun depan, tingkat permintaan pasar diperkirakan tidak mencapai tingkat permintaan sebelum krisis moneter di tahun 1997, namun akan berlanjut ke arah positif

Namun harga sewa diperkirakan akan lebih bersaing didorong oleh tingginya pasokan dari unit kondiminium yang masuk ke pasar sewa. Yang juga diikuti dengan penawaran sewa jangka waktu pendek, seperti sewa mingguan atau harian, yang ditawarkan oleh apartemen servis dan apartemen sewa untuk menyaingi jangka waktu sewa fleksibel yang ditawarkan pemilik unit kondominium sewa.

Walaupun demikian, beberapa apartemen sewa terutama yang dikelola operator bermutu telah menyesuaikan harga sewa seiring dengan kenaikan biaya operasi yang disebabkan kenaikan tarif listrik di bulan Juli 2010 Pada tahun 2010, pasokan kumulatif apartemen sewa meningkat sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 39.300 unit.

Penambahan pasokan ini terutama berasal dari kondominium sewa yang berjumlah sekitar 2.500 unit, namun apartemen sewa dan apartemen servis mengalami penurunan pasokan sebesar 52 unit pada tahun 2010 disebabkan konversi unit-unit sewa di Menara Budi dan Residence at Puri Casablanca menjadi unit-unit strata-title. Pasokan baru apartemen sewa di tahun 2011 diperkirakan akan berasal dari apartemen servis atau unit condotel

Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan juga diperkirakan berdampak positif terhadap kedatangan para pekerja asing. Permintaan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan pertambangan, dan telekomunikasi diperkirakan akan tetap aktif demikian juga dengan perusahaan yang terkait dengan bidang perbankan dan keuangan.

[Sumber:http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/12/22/18584040/Pasar.Properti.Jakarta.Akan.Tumbuh.Stabil.Tahun.2011.-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya 🙂

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: