Paramount Serpong Bangun Dua Favehotel

Pengembang Paramount Serpong akan membangun hotel bintang dua, favehotel di Serpong Raya pada tahun 2011 ini. Paramount menggandeng Aston International sebagai mitra untuk mengelola hotel yang akan mengusung brand favehotel. Budget hotel ini direncanakan beroperasi pada akhir tahun 2012.

“Hotel yang didesain secara modern tersebut akan memiliki 200 kamar dilengkapi dengan meeting room, restoran dan kafe, yang akan menambah fasilitas Kota Tangerang Selatan tahun depan,” kata CEO Paramount Serpong Tanto Kurniawan, Kamis (6/1/11).

Masihkah Paramount memikirkan membangun hotel lagi?  “Jika favehotel yang pertama ini berjalan lancar, kami segera membangun favehotel kedua dikawasan Il Lago, Gading Serpong, di sisi yang berbatasan dengan BSD. Favehotel kedua akan dibangun dengan 120 kamar,” kata Tanto.

Tanto Kurniawan juga mengemukakan, Paramount juga segera membangun sebuah rumah sakit dengan 200 tempat tidur. Lokasinya di sebelah favehotel yang kedua ini. “Dengan rampungnya bangunan-bangunan ini,diharapkan pendapatan non hunian dan komersial dapat dikurangi dan digantikan oleh pendapatan sewa ruangan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada tahun 2010, Paramount telah menyelesaikan pembangunan hotel bintang 4, Aston Paramount Serpong Hotel dengan jumlah kamar sebanyak 173 dilengkapi dengan ballroom dan meeting room. Saat ini tingkat hunian hotel tersebut sangat tinggi bahkan pada bulan November dan Desember 2010 mencapai 100 persen. Oleh sebab itu, pihak Aston meminta Paramount untuk menambah pasokan kamar tambahan.

“Kami segera membangun Paramount Residences, bangunan setinggi 20 lantai dimana 10 lantai di antaranya atau sebanyak 124 unit akan dioperasikan oleh Aston sebagai serviced apartment. Sisanya akan kami jual kepada umum minggu ini juga. Ini akan merupakan satu2nya bangunan aprtemen yang dikelola oleh Aston dimana pembeli apartemen tetap bebas menggunakan tanpa dibatasi oleh jumlah hari , tidak seperti “time sharing”.

Kurangi pengembangan lahan

Dalam usianya yang keempat tahun 2011, Paramount memutuskan mengurangi ketergantungannya pada kegiatan pengembangan lahan (land development). Volume penjualan tahun  2010 yang meningkat tajam tidak membuat Paramount ingin menggenjot kegiatan pengembangan tanah yang disertai dengan penjualan rumah dan ruko pada tahun 2011 ini.

“Penjualan hunian dan komersial akan membuat land bank kami menyusut. Diperkirakan setiap tahun penyusutan itu mencapai 25 ha, untuk penjualan 1.000 unit seperti yang terjadi ditahun 2010 yang lalu. Padahal pembebasan tanah cukup sulit, kalaupun ada harga pembebasannya sudah sangat tinggi. Perusahaan properti yang sudah matang biasanya sudah mulai menyeimbangkan pendapatan usahanya dari penjualan hunian dan komersial dengan hasil sewa ruangan. Untuk itu perlu dilakukan investasi pembangunan bangunan komersial seperti hotel, mal, gedung perkantoran dan apartemen,” demikian Tanto Kurniawan.

[Sumber:http://properti.kompas.com/index.php/read/2011/01/06/13073116/Paramount.Serpong.Bangun.Dua.Favehotel.-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya 🙂

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: